Rabu, 04 Januari 2012

AKIBAT DITERJANG LAHAR MERAPI

AKIBAT DITERJANG LAHAR MERAPI 
Sebagian Warga Merasa Diuntungkan 

MUNTILAN. Dinamika Bangsa
       Pasca meletusnya gunung merapi beberapa bulan yang lalu telah membuat wilayah desa yang terkena imbas lewatnya lahar yang dimuntahkan oleh gunung merapi memporak porandahkan sebagian pemukiman serta lahan pertanian warga desa trising kac.gluduk kab.muntilan kini berubah menjadi lahan tumpukan matrial batu-batu besar serta pasir yang berasal dari muntahan mulut gunung merapi.
Bahkan salah satu jembatan yang selama ini menjadi sektor utama akses yang menghubungkan desa trising dengan desa lain telah putus,akibatnya kedua warga dari masing-masing desa harus bersusah payah menyeberangi sungai dalam menjalankan aktifitasnya  sehari-hari, hal semacam itupun bisa mereka lakukan jika tidak lagi hujan turun sebab jika hujan sudah mulai mengguyur tidak satupun warga desa yang berani menyeberangi sungai, dikarenakan jalan tersebut selalu jadi aliran lahar dingin gunung merapi bahkan jika hujan turun begitu lebat bisa dipastikan lahar dingin gunung merapi merendam beberapa desa sekitarnya salah satunya yang bisa dibilang parah yaitu desa trising hal ini benar-benar memprihatinkan ketika wartawan DB mendatangi lokasi tersebut wawancara dengan salah satu warga yang kebetulan saat itu sedang mencari batu dibantaran sungai, pak santo (45 th) adalah warga desa trising asli dengan jelas menceritakan perihal suka maupun duka pasca meletusnya gunung merapi.  
Namun dibalik kesedihan para warga desa yang kehilangan sawah maupun ladangnya kini mereka masih bisa mendapatkan penghasilan meskipun secara terpaksa harus berganti profesi yang dulunya bertani sekarang berganti menjadi penambang pasir serta batu disepanjang sungai  walaupun menjadi penambang pasi dan batu tidak bisa kami lakukan setiap hari ‘mas, karena jika hujan turun sungai banjir lahar dingin apa lagi jika hujannya lama lahar dinginnya bisa meluap kepemukiman warga,tegas pak santo beserta beberapa warga pada wartawan DB.*Hendra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar